Selasa, 22 Oktober 2013

Pandangan Agama terhadap Lingkungan

RajaBackLink.com https://rajabacklink.com/refferal.php?q=cfc589f72fd5f46aa97a9b69cbad002f3938f734956c1105d8
I. PENDAHULUAN
Secara ekologis, manusia adalah bagian dari lingkungan hidup. Lingkungan hidup inilah yang menyediakan berbagai sumber daya alam yang menjadi daya dukung bagi kehidupan manusia dan komponen lainnya. Kelangsungan hidup manusia tergantung dari  keutuhan lingkungannya, sebaliknya keutuhan lingkungan tergantung bagaimana kearifan manusia dalam mengelolanya. Oleh karena itu, lingkungan hidup tidak semata‑mata dipandang sebagai penyedia sumber daya alam serta sebagai daya dukung kehidupan yang harus dieksploitasi, tetapi juga sebagai tempat hidup yang mensyaratkan adanya keserasian dan keseimbangan antara manusia dengan lingkungan hidup. Masalah lingkungan hidup dapat muncul karena adanya pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa‑jasa lingkungan yang berlebihan sehingga meningkatkan berbagai tekanan terhadap lingkungan hidup8.
Persoalan lingkungan hidup adalah persoalan global dan bersifat universal, sebab berbicara tentang lingkungan hidup, berarti berbicara tentang persoalan yang dihadapi seluruh umat manusia. Persoalan lingkungan hidup pada umumnya disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena kejadian alam sebagai peristiwa yang harus terjadi sebagai proses dinamika alam itu sendiri. Kedua, karena ulah dan perbuatan tangan manusia sendiri, akibatnya alam murka dan terjadilah bencana4.
Kedua bentuk kejadian di atas, mengakibatkan ketidakseimbangan pada ekosistem dan ketidaknyamanan kehidupan makhluk hidup, baik manusia, flora maupun fauna. Ketidakseimbangan dan ketidaknyamanan tersebut dapat dikatakan sebagai bencana atau kerusakan lingkungan hidup, yang bentuk-bentuknya dapat berupa pencemaran air, pencemaran tanah, krisis keanekaragaman hayati (biological diversity), kerusakan hutan, kekeringan dan krisis air bersih, pertambangan dan kerusakan lingkungan, pencemaran udara, banjir lumpur dan sebagainya4. Data BNPB tahun 2011 menunjukkan bahwa 85% lebih bencana yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu tahun 2002 – 2011 adalah terkait bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, kekeringan, tanah longsor, puting beliung dan gelombang pasang.  Berdasarkan jumlah kejadian terbanyak adalah banjir yaitu sebanyak 403 kali. Berbagai kerusakan alam ini disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya perubahan iklim global, degradasi lingkungan, kemiskinan, dan bertambahnya jumlah penduduk. Berbagai bencana itu pun telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang besar6. Dari sekian banyak persoalan kerusakan lingkungan hidup, ternyata peran manusia sangat besar dalam menciptakan kerusakan tersebut dan untuk itu, manusia pulalah yang paling banyak menanggung akibatnya4.

Jumat, 27 September 2013

Ulasan Film "Home"

Buat yang senang nonton film, khususnya film dokumenter, kali ini saya ingin memberikan sedikit ulasan tentang film Home. Film yang bertemakan tentang lingkungan ini, menarik untuk kita simak, terutama bagi kita yang masih peduli akan keselamatan Bumi ini.


Home adalah sebuah film kategori dokumenter berdurasi ± 93 menit yang diproduksi pada tahun 2009 oleh Denis Carot and Luc Besson dan disutradarai oleh Yann Arthus-Bertrand. Selayaknya sebuah film dokumenter yang biasanya memuat fakta-fakta ilmiah, film Home mengangkat fenomena perubahan lingkungan global yang terjadi seiring perkembangan peradaban manusia dari masa lalu, sekarang maupun yang akan datang.

Film ini menyoroti segala bentuk kerusakan lingkungan yang terjadi di bumi, sebagai dampak dari berbagai aktivitas manusia selaku spesies yang paling dominan mengubah bumi. Baik dalam kaitannya dengan upaya bertahan hidup, maupun dalam hubungannya dengan pembangunan di berbagai segi kehidupan manusia. Tema yang diangkat adalah mengenai korelasi antara semua organisme dengan bumi, yang saling terkait dalam suatu hubungan yang kompleks, namun sangat penting untuk menjaga keseimbangan satu sama lain. Sehingga tidak mungkin ada satu pun organisme yang hidup berdiri sendiri.   

Kamis, 26 September 2013

Beasiswa S2 DD Ilmu Lingkungan Unpad-Mie University Jepang

Di postingan saya yang lalu tentang beasiswa, saya memuat info beasiswa S2 Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung untuk konsentrasi Manajemen Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Pada postingan kali ini, info beasiswanya masih dari program studi yang sama tapi untuk konsentrasi Pembangunan dan Konservasi Lingkungan Pedesaan. Program ini akan memulai kuliah pada awal tahun 2014 mendatang dan menjalin kerjasama Double Degree dengan Mie University Jepang. Berikut informasinya yang saya ambil dari website PSMIL Unpad. 

Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Unpad menawarkan beasiswa bagi lulusan S1 dari berbagai bidang disiplin ilmu dengan IPK minimal 3,4 dan TOEFL minimal 500 untuk mengikuti pendidikan jenjang S2 Ilmu Lingkungan konsentrasi ‘Pembangunan dan Konservasi Lingkungan Perdesaan’ Double Degree MIE University – Jepang. Beasiswa hanya disediakan untuk biaya pendidikan, tidak termasuk untuk biaya hidup selama studi.